Tugas Pengantar Bisnis – Minggu 2

KELAS            :  1EB21

DISUSUN OLEH

FADMA WARDANI ( 22212638 )

HIDAYATI HUSNUL A ( 23212468 )

NADYA YASMINE ( 25212222 )

SARI PUSPITA WIRYANI ( 26212856 )

SILVINA RAMADANI ( 27212014 )

TUGAS MINGGU 2 :

1. Buatlah dengan 1 contoh perusahaan nyata yang dapat menjelaskan tujuan dari perusahaan !

PT GARUDA INDONESIA

PT. Garuda Indonesia (Persero) adalah maskapai pertama dan terbesar di Indonesia, menerbangkan hampir 50 destinasi domestik maupun internasional. Dengan pendekatan berorientasi “melayani”, Garuda Indonesia bertujuan menjadi penyedia layanan terdepan bagi wisatawan udara maupun pengiriman barang melalui udara di negara ini, dengan armada mendekati 120 pesawat terbang untuk mendukung seluruh pelayanan kami. Grup Garuda Indonesia pada saat ini memiliki lima anak perusahaan: PT. Aerowisata (layanan travel, hotel, transportasi dan katering); PT. GMF Aero Asia (pemeliharaan pesawat terbang); PT. Abacus Distribution System (penyedia reservasi komputer); PT. Gapura Angkasa (layanan pemeliharaan di lapangan) dan PT. Lufthansa System Indonesia (Penyedia dan solusi di bidang IT).

ü  Tujuan
Tujuan utama Garuda Indonesia adalah kepuasan pelanggan (customer satisfaction). Dalam jangka waktu dua tahun, Garuda telah menghidupkan kembali kebudayaan perusahaan, yaitu higher Seat Load Factor, improve On Time Performance, menambah penghasilan dan profitabilitas dan mengembangkan kepuasan pelanggan. Hal ini terbukti dari lampiran yang dicantumkan pada makalah ini.  Anak perusahaan Garuda juga menerapkan tujuan yang sejalan dengan perusahaan induknya, yaitu kepuasan pelanggan.

2. Jelaskan tentang pendekatan bisnis dengan menggunakan contoh perusahaan yang nyata universal !

Garuda Indonesia berkomitmen untuk menerapkan Tata Kelola Perusahaan yang baik (Good Corporate Governance-GCG), dalam upaya mewujudkan Garuda Indonesia yang berkinerja tinggi dengan tetap patuh pada peraturan dan perundang-undangan, serta mempraktekan bisnis yang bersih dan menjunjung tinggi etika.

Untuk mewujudkan hal itu, maka pendekatan yang dilakukan oleh Garuda Indonesia adalah dengan membangun 3 (tiga) aspek utama yaitu kepemimpinan, sistem dan partisipasi / keterlibatan semua pihak. Whistle Blowing System (WBS) merupakan salah satu sistem penting yang diterapkan oleh Garuda Indonesia.

WBS adalah system pelaporan pelanggaran yang memungkinkan setiap orang untuk melaporkan adanya dugaan kecurangan, pelanggaran hukum dan etika serta misconduct lainnya yang dilakukan oleh Insan Garuda Indonesia. Perusahaan menjamin kerahasian indentitas serta memberikan perlindungan kepada pelapor.

Laporan yang telah didukung dengan bukti awal yang memadai akan ditindaklanjuti untuk dilakukan investigasi lebih mendalam untuk menetapkan apakah suatu laporan terbukti atau tidak. Hasil investigasi menjadi dasar bagi Manajemen untuk menjatuhkan sangsi terhadap terlapor. WBS menjamin setiap pelapor dapat mengetahui status perkembangan dan tindaklanjut atas laporannya.

Melalui WBS maka akan muncul persepsi yang kuat bahwa apabila melakukan kecurangan, maka potensi untuk dapat terdeteksi dan dilaporkan akan semakin besar dan bila terbukti penjatuhan sangsi merupakan suatu hal yang pasti, maka akan dapat mencegah Insan Garuda Indonesia untuk melakukannya. Dan apabila hal ini dilakukan secara konsisten dan tegas, maka upaya untuk mewujudkan Garuda Indonesia yang berkinerja tinggi, taat hukum , bersih dan beretika akan menjadi kenyataan.

3. Terangkan dengan 1 perusahaan nyata universal pengaruh lingkungan internal dan eksternal suatu perusahaan !

PT GARUDA INDONESIA

Lingkungan Internal :
a. Strenght

  • On time performance
  • Service yang cepat dan memuaskan
  •  Dibandingkan dengan perusahaan penerbanan domestik lainnya, keamanan  penerbangan Garuda paling terjamin
  • Memiliki business unit yang mendukung aktivitas perusahaannya
  • Memiliki SDM yang qualified (kompeten)

b. Weakness

  • Biaya operational yang tinggi menyebabkan harga tiket pesawat cukup tinggi diantara penerbangan domestik lainnya
  • Tingginya tingkat KKN di dalam perusahaan yang dapat merugikan perusahaan
  • Garuda mempunyai utang yang sangat banyak

Lingkungan Eksternal :

Faktor-faktor eksternal meliputi kondisi makro ekonomi, perubahan teknologi, sosio-kultural, dan tidak ketinggalan iklim kompetisi. Beberapa contoh masing-masing analisis yang digunakan PT. Garuda Indonesia dalam menganalisis performasi adalah sebagai berikut :

1.      Strength (Kekuatan)

–  Kapabilitas                      – Keunggulan kompetitif         – Nilai jual unik

 – Sumber daya, aset, manusia                                              –  Pengalaman, pengetahuan, data

2.      Weakness (Kelemahan)

–  Reputasi dan merk        –  Kondisi financial                    –  Reliabilitas data

–  Ketangguhan rantai suplai                                                   –  Moral, komitmen, dan kepemimpinan

3.      Opportunity (Peluang)

–  Pengembangan pasar    –  Tren gaya hidup                      –  Inovasi teknologi

–  Lokasi geografis               –  Pengembangan produk dan unit bisnis

–  Pasar penerbangan internasional yang masih sangat luas

–  Meningkatnya kebutuhan masyarakat atas alat transportasi yang lebih cepat

4.      Threat (Ancaman)

–  Dampak politik dan kebijakan    – Dampak lingkungan                –  Permintaan pasar

–  Kehilangan staf ahli                         –  Musim dan faktor cuaca      –  Kenaikan BBM

–  Kompetitor yang semakin banyak dengan harga tiket yang kompetitif

–  Kondisi sosial politik yang tidak menentu

–  Penurunan nilai mata uang rupiah terhadap dolar AS

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s